Lemkra
Lemkra  

APLIKASI ADUKAN LEMKRA

Hal utama dan sangat penting dalam pengaplikasian semua produk LEMKRA adalah tergantung dari hasil pengolahan adukan yang dibuat. Yang perlu diperhatikan adalah komposisi volume air dan produk Lemkra harus tepat sesuai yang dianjurkan Lemkra (aturan komposisi adukan untuk setiap produk tertera pada kemasannya). Komposisi yang tepat akan membuat mutu adukan menjadi bagus dan hasil yang didapat dari pekerjaan juga akan lebih baik. Dalam pengadukan juga dianjurkan supaya menggunakan mixer aduk, agar hasilnya lebih merata / homogen (Jangan terlalu banyak air! Kekentalan adukan yang baik hampir sama seperti pasta / odol).


Pada Media Rata

Media yang berhubungan dengan pelaksanaan aplikasi LEMKRA harus benar-benar rata agar bahan yang digunakan bisa lebih hemat. Namun demikian kendala dilapangan masih sering terjadi adanya media yang tidak rata, misalnya pada lantai kerja, plat beton dan lain-lain.

Untuk mendapatkan hasil pengecoran lantai kerja dan plat beton yang rata dan rapi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bekesting betonan harus kuat dan stabil.
  2. Pembesian sesuai rencana gambar dan bestek.
  3. Sebelum pengecoran dilaksanakan perlu dibuatkan kepalaan,

    caranya sebagai berikut:

    1. Pasang plat strip dengan ketinggian sesuai dengan elevasi yang dikehendaki, (biasanya rencana ketebalan plat beton 10 12 cm), yang diberi dudukan setiap jarak 50 cm.
    2. Pemasangan jalur plat strip satu dengan yang lain sebaiknya dengan jarak tidak lebih dari 250 cm untuk panjang jidar 300 cm.
    3. Jidar dapat ditumpukan pada kedua plat strip ketika penarikan / meratakan adonan.
    4. Hasil penarikan jidar diratakan dengan alat roskam / gosokan, agar hasilnya benar-benar rata dan rapi.
    5. Pemeliharan betonan harus rutin dengan melakukan penyiraman / perendaman selama 7 hari.

Media Yang Tidak Rata

Agar bahan lem yang dipakai lebih hemat, maka perlu adanya perataan flooran atau plesteran. Perataan flooran / plesteran adalah perbandingan adukan antara air semen sebagai bahan pengikat dan pasir sebagai bahan pengisi dengan perbandingan tertentu sehingga menyatu dan mengeras dalam waktu tertentu.

Perataan flooran / plesteran dikerjakan sebelum pemasangan keramik lantai atau dinding. Perataan dikerjakan harus benar-benar rata, agar efisiensi bahan lem serta hasil pemasangan yang optimal. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan perataan yang rata dan rapi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Gunakan selang timbangan / waterpass untuk menentukan elevasi = 0.00.
  2. Untuk membuat kepala perataan gunakan 2 benang yang searah, jarak benang 5 cm, pasangan benang tidak boleh kendor.
  3. Jarak kepala perataan yang satu dengan yang lain sebaiknya tidak lebih dari 1 meter.
  4. Gunakan jidar (sebaiknya jidar dari aluminium) untuk meratakan yang ditumpukan diatas kepala perataan.
  5. Gosok perataan dengan roskam hingga rata dan rapi.
  6. Plat beton harus bebas dari kotoran.

Menyatukan Adukan Semen Pasir dengan Plat Beton

Tidak menyatunya antara plat beton lama dengan plesteran baru, karena kedua media tersebut tidak mau beradhesif. Hal ini berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan berikutnya dimana lem seharusnya merekat pada media yang kokoh. Untuk dapat menyatukan plat beton dengan adukan semen pasir cara mengatasinya yaitu sebagai berikut :

  1. Media plat beton harus telah bersih.
  2. Kuaskan cairan TG 300 (Extra Strong Bonding Agent) secara merata pada media.
  3. Tebarkan FK 101 (Perekat Keramik Lantai) setipis mungkin .
  4. Tuangkan adukan semen pasir diatasnya dalam keadaan FK 101 masih basah (adukan semen pasir tidak boleh terlalu banyak air, apabila terlalu banyak air akan menyebabkan retakan pada plesteran).

flexible' width=